“Pendidik
Utama : Orang Tua”
A. SURAT AT-TAHRIM AYAT 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.”(QS. AT-TAHRIM (66) :
6)
B. ISI
KANDUNGAN SURAT AT TAHRIM AYAT 6
Ayat enam diatas menggambarkan bahwa dakwah dan
pendidikan harus bermula di rumah. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki
(ibu dan ayah) sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat yang
memerintahkan puasa) yang juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. Ini berarti
kedua orangtua bertanggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan
masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggungjawab atas kelakuannya. Ayah
atau ibu sendiri tidak cukup untuk menciptakan satu rumah tangga yang diliputi
oleh nilai-nilai agama serta dinaungi oleh hubungan yang harmonis.
tafsir ibnu
katsir dijelaskan Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala,
قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api Neraka”,
Mujahid (komentar Sufyan As-Sauri kepada
Mujahid mengatakan, “Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari Mujahid,
hal itu sudah cukup bagimu”) mengatakan : “Bertaqwalah kepada Allah dan
berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertaqwa kepada Allah”.
Qatadah mengemukakan : “Yakni,
hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka
durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada
mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu mereka dalam
menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah,
peringatkan dan cegahlah mereka.”
Adh Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan, dimana
mereka mengatakan : “Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya,
termasuk kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang
diwajibkan Allah Ta’ala kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.”
Pelajaran yang dapat diambil dari surat
at-tahrim ayat 6:
1.
Perintah Taqwa Kepada Allah SWT dan berdakwah
2.
Anjuran menyelamatkan diri dan keluarga dari
api neraka
3.
Pentingnya pendidikan islam sejak dini
Rasulullah juga memeberitahu betapa
pentingnya / Urgensi mendidik anak sejak dini, dalam hadits Rasulullah SAW :
“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan
fitrah, maka hanya kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya seorang yahudi
atau seorang nasrani atau seorang majusi”.
(HR.Bukhari)
4.
Keimanan kepada para malaikat
Ayat diatas mengandung pelajaran keimanan
kita kepada sifat para malaikat yang suci dari dosa dan tidak pernah membangkang
apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Berbeda dengan manusia dan jin yang
kadang taat kadang pula melanggar bahkan ada juga yang tidak pernah taat sama
sekali atau selalu berbuat maksiat.
2 MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
a. Tanggung
jawab terhadap dirinya sendiri
Manusia
diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar
manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu
maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila
tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak
terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung
jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri
atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga.
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung
jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung
jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa
bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena
membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain
tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat
yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain
agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila
semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada
masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap
manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir,
berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau
ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan
kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa
tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung
jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai
macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan
oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak
menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan
perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang
seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi
tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.
2.3 DEFINISI MANUSIA
Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua
makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat
hakikat yg mulia.
Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg
luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan
telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas –
kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya
bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas
rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan
pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.
Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah
lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya
di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu
–quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari
eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak
terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum
diberikan alam.
Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal.
Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang
untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama
dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan
untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu
memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan
mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami,
mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai
suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur
dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil
dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya
suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak
dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
2.4 HUBUNGAN MANUSIA DAN TANGGUN JAWAB
Tanggung jawab merupakan sesuatu yang mendampingi hak asasi manusia sejak lahir.dapat kita lihat tanggung jawab mengandung 2 unsur kata yaitu menangggung dan menjawab .menanggung sendiri yaitu memikul sesuatu baik nyata ataupun tidak sedangkan menjawab adalah sesuatu hasil yang mutlak dari sebuah reaksi manusia dalam merespon sesuatu disekitarnya.dapat diartikan tanggung jawab adalah sesuatu yang ditanggung dan harus dilakukan oleh manusia bauk terlihat maupun tidak terlihat.tanggung jawab sendiri erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia maka dari itu diperlukan sebuah tekad untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.
Tanggung jawab merupakan sesuatu yang mendampingi hak asasi manusia sejak lahir.dapat kita lihat tanggung jawab mengandung 2 unsur kata yaitu menangggung dan menjawab .menanggung sendiri yaitu memikul sesuatu baik nyata ataupun tidak sedangkan menjawab adalah sesuatu hasil yang mutlak dari sebuah reaksi manusia dalam merespon sesuatu disekitarnya.dapat diartikan tanggung jawab adalah sesuatu yang ditanggung dan harus dilakukan oleh manusia bauk terlihat maupun tidak terlihat.tanggung jawab sendiri erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia maka dari itu diperlukan sebuah tekad untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.
Contoh sehari-hari sebuah tanggung jawab yaitu:
- Seorang anak yang telah menerima hak untuk disekolahkan oleh orang tuanya maka harus belajar dengan giat dan menjadi seorang siswa/siswi yang berprestasi
- TUHAN menciptakan manusia ke dunia dan memberikan hak untuk hidup namun manusia tersebut harus taat dan mematuhi larangannya agar tetap selamat.
2.5 JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB
a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri, yaitu
menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b) Tanggung jawab terhadap keluarga, yaitu tiap
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya terhadap nama baik
keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan,dan kehidupan.
c) Tanggung jawab terhadap masyarakat, yaitu manusia
tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai
makhluk sosial.
d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara, yaitu suatu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu
negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat
oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak
dapat berbuat semaunya sendiri, dan apabila perbuatan itu salah, maka harus
bertanggung jawab kepada negara.
e) Tanggung jawab terhadap Tuhan, yaitu Tuhan
menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk
mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan,
sehingga tindakan manusia tidak lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang
dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
2.6 Surah At-Tahrim : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
a.
Terjemahan Surah At Tahrim : 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap
apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)
b. Sebab Turunnya surat
Attahrim (Asbabun Nuzul) :
Ibnu katsir setelah menulis ayat At-Tahrim beliau juga menukil pendapat yang mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah Nabi mengharamkan atas dirinya Maria Al-Qibtiah (lih. Tafsir Ibnu Katsir juz.8 hal.158) tapi kemudian beliau menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah Nabi mengharamkan atas dirinya madu.
Kemudian Syaikh Utsaimin menguatkan pendapat yang mengatakan sebab turunnya ayat ini adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengharamkan atas dirinya madu.
Ibnu katsir setelah menulis ayat At-Tahrim beliau juga menukil pendapat yang mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah Nabi mengharamkan atas dirinya Maria Al-Qibtiah (lih. Tafsir Ibnu Katsir juz.8 hal.158) tapi kemudian beliau menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah Nabi mengharamkan atas dirinya madu.
Kemudian Syaikh Utsaimin menguatkan pendapat yang mengatakan sebab turunnya ayat ini adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengharamkan atas dirinya madu.
(Lih. Asy-Syarh
Al-Mumti’ ala Zad Al Mustaqni’ oleh syaikh Utsaimin juz.13 hal.217).
c. Penjelasan Ayat
Segala puji bagi Allah Ta’ala, sholawat dan salam kita tujukan kepada Nabi
Muhammad SAW, para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta kepada siapa saja
yang mengikuti jejak mereka sampai hari Qiyamat. Marilah kita senantiasa
berusaha meningkatkan amal harian kita, sebagai suatu bukti ibadah kita kepada
Allah SWT. Sehingga hidup kita mendapat ridha dari-Nya. Yaitu dengan cara
menjaga diri dan keluarga, istri, anak, orang tua, dan sanak kerabat kita dari
adzab api neraka.
قُوا أَنْفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka”,
Mujahid (komentar Sufyan As-Sauri kepada Mujahid mengatakan, “Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari Mujahid, hal itu sudah cukup bagimu”) mengatakan : “Bertaqwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertaqwa kepada Allah”.
Sedangkan Qatadah mengemukakan : “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu mereka dalam menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah mereka.”Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Adh Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan, dimana mereka mengatakan :“Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya, termasuk kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang diwajibkan Allah Ta’ala kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.”
Mujahid (komentar Sufyan As-Sauri kepada Mujahid mengatakan, “Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari Mujahid, hal itu sudah cukup bagimu”) mengatakan : “Bertaqwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertaqwa kepada Allah”.
Sedangkan Qatadah mengemukakan : “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu mereka dalam menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah mereka.”Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Adh Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan, dimana mereka mengatakan :“Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya, termasuk kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang diwajibkan Allah Ta’ala kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.”
·
Tafsir dari Depag mengenai ayat ini
Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT.
Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT.
d. Terjemahan Kata
Perkata
|
قُوا
|
Bentuk jamak dari fiil amr قِ yang berarti peliharalah
|
|
وَقُودُ
|
Bahan bakar
|
|
الْحِجَارَةُ
|
Batu
|
|
غِلَاظٌ
|
Kasar
|
|
شِدَادٌ
|
Keras
|
2.7
Surah Taha : 132
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا
نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
(طه: ١٣٢ )
a.
Terjemahan
Surah Taha : 132
Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan
shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki
kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu
adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
2.
Sebab
Turunya Surah Taha : 132 (Asbabun Nuzul)
Thaahaa Termasuk huruf-huruf abjad yang
terletak pada permulaan sebagian daripada surat-surat Al Quran, ialah
huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al
Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan
sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada
Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang
menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama
surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk
menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk
mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang
tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran
diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka
cobalah mereka buat semacam Al Quran
3.
Penjelasan
Surah Taha : 132
·
Ayat 132 di
atas, menjelaskan bahwa salah satu kewajiban kepala keluarga adalah
memerintahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan dan memelihara shalat
dengan baik. Perintah melaksanakan shalat ini disampaikan kepada anak-anaknya
ketika mereka mulai menginjak usia tujuh tahun seperti termuat dalam hadits :
·
Artinya :
"Perintahkanlah mereka untuk
melakukan shalat ketika menginjak usia tujuh
tahun. Dan ketika mereka menginjak usia sepuluh tahun
belum mengerjakan shalat maka berilah sanksi agar mereka mau mengerjakan
shalat. "
·
Mengapa
shalat dianjurkan untuk dikerjakan oleh seseorang sejak usia kanak-kanak?
Karena di dalam shalat terkandung nilainilai pendidikan yang luhur yang dapat
membina seseorang menjadi dewasa dalam segala hal. Nilai-nilai itu antara lain
:
1.
shalat
menanamkan sikap selalu dekat dengan Allah
2.
shalat
menanamkan sikap disiplin
3.
shalat
menanamkan sikap kebersamaan
4.
shalat
menanamkan sikap selalu bersih
5.
shalat
menanamkan sikap patuh kepada atasan
6.
shalat
menanamkan sikap peduli terhadap bawahan.
·
Sikap
berikutnya yang perlu ditanamkan kepada anak adalah sifat sabar, terutama dalam
melaksanakan shalat karena memang shalat itu adalah berat kecuali bagi
orang-orang yang jiwanya te lah khusyuk. Di
camping itu, perlu ditanamkan pula sifat sabar dalam menjalankan perintah yang lain, sabar dalam
menjauhi larangan, dan sabar dalam menerima musibah. Sabar bukan
berarti pas-rah terhadap keadaan, tetapi yang dimaksud sabar adalah teguh
pendirian dan tabah dalam menghadapi godaan.
·
Dalam akhir
ayat di atas, Allah menyatakan : "Kami tidak me‑minta rezeki darimu,
tetapi Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.
Dan balasan yang baik adalah bagi orang-orang yang taqwa ".
·
Maksud dari
ungkapan ini adalah bahwa yang diminta Allah dari manusia adalah ibadah dan taqwanya kepada Allah, bukan balasan rezeki seperti yang diminta oleh para
pembesar manusia dari bawahannya.
Dan tuntutan ibadah serta ketaqwaan pun bukan berarti bahwa Allah
memerlukan ibadah dan ketaqwaan itu, sebab Allah akan tetap besar dan agung
meskipun tak seorang pun manusia menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Tetapi,
ibadah dan taqwa itu mengandung hikmah, kegunaan, manfaat nilai-nilai luhur
seperti yang telah disebutkan di atas. Ini semata-mata untuk keperluan manusia
sendiri. Selanjutnya pahala ibadat akan diterimanya pula nanti di akhirat.
·
Sarimakna
Tugas
seorang kepada keluarga bagi putra-putrinya clan anggota keluarga lainnya
adalah :
1.
mengajari
mereka untuk melaksanakan shalat sejak dini.
2. menanamkan
sifat sabar kepada mereka dalam melaksanakan shalat dan perintah-perintah Allah yang lain.
3. memberikan
pengertian kepada mereka bahwa manfaat shalat adalah untuk kepentingan dirinya
sendiri
4. Terjemahan Kata Perkata
|
Q.S. Thaha : 132
|
|
|
وَأْمُرْ
|
Dan perintahkanlah
|
|
وَاصْطَبِرْ
|
Dan bersabarlah
|
|
لَا
نَسْأَلُكَ
|
(Kami) tidak meminta kepadamu
|
|
وَالْعَاقِبَةُ
|
Dan akibat (kesudahan)
|
2.8
Surah Al An’am : 70
وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا
وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ
نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ
وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا
بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا
يَكْفُرُونَ
a.
Terjemahan
Surah Al An’am : 70
dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan
agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah
ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar
masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya
sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at[487]
selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun,
niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang
dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang
sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
b.
Sebab Turunya Surah Al An’am
dalam
ayat Ini Allah menghibur nabi Muhammad s.a.w. dengan menyatakan bahwa
orang-orang musyrikin yang mendustakan nabi, pada hakekatnya adalah mendustakan
Allah sendiri, Karena nabi itu diutus untuk menyampaikan ayat-ayat Allah.
· Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan
al-Hakim, yang bersumber dari ‘Ali bin Abi Thalib bahwa Abu Jahl berkata kepada
Nabi saw.: “Kami bukan tidak mempercayaimu, akan tetapi kami tidak percaya
kepada apa yang kamu bawa.” Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai penjelasan
bahwa orang-orang seperti itu tidak perlu disesali, karena hanya orang yang
dzalim yang menentang ayat-ayat Allah.
c.
Penjelasan Ayat
Manusia sebagai indifidu tidak dapat lepas
dari lingkungan sekitarnya (mayarakatnya). Sebagai makhluk sosial tentu
interaksi dengan sesama dalam lingkunganya tidak dapat terhindarkan. Kewajiban
kita sebagai seorang muslim dan mukmin adalah sebagai pengajak kepada kebenaran
(dai), sikap masyarakat terhadap ajakan itu tentu beragam, ada yan menerima dan
ada pula yang menolaknya
.
Dalam Q.S Al-An’am ayat 70 ini, Allah memberi peringatan kepada nabi Muhammad SAW, dan umatnya agar tidak terlalu memperhatikan tingkah polah orang-orang musyrik yang sangat menyakitkan hati, sebab kalau sikap mereka itu selalu diperhatikan, akhirnya justru menjadi beban pikiran orang-orang Islam, khususnya para da’I. biarkan saja mereka dalam kemusyrikannya dan serahkan urusannya kepada Allah.
Namun, dalam kalimat berikutnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw dan para da’I untuk memperingatkan orang dengan aaran-ajaran dari Al-Qur’an agar mereka dapat menjaga diri dengan tidak terjerumus ke dalam jurang api neraka karena perbuatan mereka sendiri.
Dalam Q.S Al-An’am ayat 70 ini, Allah memberi peringatan kepada nabi Muhammad SAW, dan umatnya agar tidak terlalu memperhatikan tingkah polah orang-orang musyrik yang sangat menyakitkan hati, sebab kalau sikap mereka itu selalu diperhatikan, akhirnya justru menjadi beban pikiran orang-orang Islam, khususnya para da’I. biarkan saja mereka dalam kemusyrikannya dan serahkan urusannya kepada Allah.
Namun, dalam kalimat berikutnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw dan para da’I untuk memperingatkan orang dengan aaran-ajaran dari Al-Qur’an agar mereka dapat menjaga diri dengan tidak terjerumus ke dalam jurang api neraka karena perbuatan mereka sendiri.
Si dalam ayat ini pun dijelaskan hahwa
yang dapat membantu seseorang di akhirat kelak hanyalah amal shalehnyasendiri.
Harta kekayaan di dunia, kawan, jabatan, san sebagainya tidak akan bisa
menolong disrinya sendiri dari siksaan api neraka. Mereka yang di dunia
menganggap ringan ajaran-ajaran agama yang dibawa Rasul karena terbuai oleh
kehidupan dunia, akan mendapatkan balasan yang asngat pedih berupa minuman air
yang mendidih dan azab yang menyakitkan di akhirat kelak
d. Terjemahan Kata Perkata
ذَرِ : Tinggalkanlah تُبْسَلَ: Terjerumus
لَعِبًا : Sebagai permainan وَلِئُ :
Pelindung
َهْوًا: Senda Gurau شَفِيْعُ : Pemberi Syafaat
غَرٌتْ : Ditipu تَعْدِلُ : Engkau ganti
حَمِيْمُ : Air Yang Mendidih
2.9 An Nisa : 36
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ
وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ
السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ
مُخْتَالا فَخُورًا (٣٦)
a.
Terjemhan Surah An Nisa : 36
sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat,
Ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
b.
Penjelasan
Ayat
·
Ayat 9 di
atas menjelaskan fungsi keluarga, yaitu menjaga kelangsungan hidup keluarga
dari kepunahan dengan cara menyiapkan generasi penerus yang lebih kuat, baik
fisik maupun mentalnya. Dari segi fisik, mereka harus dibekali dengan makanan
dan minuman yang bergizi, disamping sandang, pangan dan perumahan yang
memadai. Sedangkan dari segi mental, mereka harus dibekali dengan pendidikan
agama yang dapat menuntut mereka kepada jalan yang benar. Akhir ayat itu pun
menganjurkan kepada para orang tua untuk memperlakukan semua anggota keluarganya
dengan tegur saga atau ucapan-ucapan yang baik yang menunjukkan sikap kasih
sayang dan mendidik.
c. Terjemahan Kata Perkata
|
Q.S.
al-Nisa: 9
|
|
|
وَلْيَخْشَ
|
Dan hendaklah takut
|
|
تَرَكُوا
|
(mereka) meninggalkan
|
|
خَلْفِ
|
Belakang
|
|
ذُرِّيَّةً
|
Keturunan
|
|
ضِعَافًا
|
Lemah
|
|
خَافُوا
|
(Mereka) takut
|
|
سَدِيدًا
|
Benar
|
2.10
Surah Hud :
117-119
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا
مُصْلِحُونَ (١١٧)وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا
يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (١١٨)إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ
وَتَمَّتْ
كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
أَجْمَعِينَ (١١٩)
a.
Terjemahan
Surah Hud : 117 – 119
·
·
117. dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan
negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat
kebaikan.
·
118. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan
manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,
·
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh
Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu
(keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka
Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
b.
Penjelasan Ayat
Pada ayat 117,dijelaskan bahwa tidak
ada dibinasakan suatu negeri, jika penduduk negeri itu masih suka berbuat
kebaikan dan tidak bebuat dzalim.Siksa Allah SWT. Akan datang apabila manusia
itu suka berbuat dzalim.
Selanjutnya, pada ayat 118,
dijelaskan Bahwa Allah SWT. Mampu menjadikan manusia sebagai umat yang satu
dalam beragama. Akan tetapi, Allah SWT. Menjadikan manusia itu dilengkapi
dengan akal. Mereka mempunyai kemampuan berbuat dan berikhtiar tanpa ada
paksaan.selain itu,mereka mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang berbeda
beda. Oleh karena itu, timbul perbedaan pendapat dan perselisihan yang tak ada
habis habisnya.
Kemudian, pada ayat 119, dijelaskan
bahwa orang-orang yang tidak berselisih, merekalah yang mendapat rahmat,
topik,dan hidayah Allh SWT. Mereka bersatu serta selalu mengupayakan persatuan
agar manusia taat pada ketentuan dan peraturan Allah SWT. Mereka itulah yang
termasuk orang – orang yang berbahagia dan diakhirat akan dimasukkan kedalam
surga. Adapun yang selalu berselisih, mereka termasuk orang orang yang celaka
dan akan menjadi penghuni neraka.pada akhir ayat ini,Allah SWT menegaskan bahwa
dia akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia,yaitu mereka yang
selalu berbuat jahat dan onar dimuka bumi ini.
c. Arti Kata
Perkata
رَاعٍ : Pemimpin
مَسْؤلٌ : Ditanya
زَوْجِهاَ : Suaminya
الْخاَدِمُ : Pembantu
سَيِدِهِ : Tuanya
حَسِبْتُ : Saya Mengira
2.11
Hadist
Tentang Tanggung Jawab Manusia Terhadap Keluarga & Masyarakat
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ
عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: كًلُّكُمْ رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى
أَهْلِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ
زَوْجِهَا وَ مَسْؤُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِى مَالِ
سَيِّدِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَقَالَ حَسِبْتُ أَنْ قَالَ :
وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى مَالِ اَبِيْهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَ كًلُّكُمْ
رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
(رواه البخارى ومسلم
والترمذى)
a.
Terjemahan
Hadist
Dari Abdullah bin Umar ra. ia berkata : Saya mendengar
Rasulullah saw. bersabda : "Setiap
kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.
Imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Lelaki adalah
pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas anggota keluarganya. Dan seorang perempuan adalah
pemimpin dalam rumah tangga suaminya, dan ia bertanggung jawab atas semua
anggota keluarganya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya, dan ia bertanggung jawab atas keselamatan
dan keutuhan hartanya". Abdullah berkata : 'Aku mengira Rasulullah
mengatakan pula bahwa seseorang adalah pemimpin bagi harta ayahnya dan
bertanggung jawab atas keselamatan dan keutuhan hartanya itu. Semua kamu
adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas'segala yang dipimpinnya.
(HR. Bukhari Muslim dan Turmudzi)
b.
Penjelasan Hadist
Hadits di atas menjelaskan bahwa
pada hakikatnya semua manusia itu adalah pemimpin bagi segala hal yang ada di b
awah wewenangnya sesuai dengan tingkat dan kedudukan masing-masing, mulai dari pemimpin formal sampai dengan
pemimpin yang non-formal. Dengan demikian, semua orang harus mempertanggungjawabkan
segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Disebutkan dalam hadits tadi
umpamanya seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya dan ia
bertanggung jawab atas keutuhan dan keselamatan harta majikannya itu. Ini
artinya bahwa seorang pembantu tugasnya bukan hanya melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan yang diberikan kepadanya, tetapi ia juga harus bertanggung
jawab dan berusaha untuk menjaga kekayaan majikannya dari kerusakan atau
kehilangan, apakah itu diakibatkan oleh pencurian, kebakaran, kelalaian, dan
sebagainya.
c.
Arti Kata
Perkata
|
رَاعٍ
|
Pemelihara
|
|
مَسْؤُوْلٌ
|
Ditanya (dimintai pertanggungjawaban)
|
|
رَعِيَّتِهِ
|
Yang dipelihara
|
|
وَالرَّجُلُ
|
Dan seseorang (laki-laki)
|
|
وَالْمَرْأَةُ
|
Dan seorang perempuan
|
|
زَوْجِ
|
Suami
|
|
الْخَادِمُ
|
Pembantu
|
|
مَالِ
|
Harta
|
|
سَيِّدِ
|
Tuan
|
|
حَسِبْتُ
|
(saya) mengira
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar